Teknik Sablon Kaos DTG dan Fungsinya

sablon-kaos-dtg-1

Pernah dengar teknik Sablon Kaos DTG Atau belum tahu pengertiannya? Sebelum membahas lebih jauh, mari mengulas secara detail terlebih dahulu agar tidak salah saat memahami konsep tersebut. Pada dasarnya teknik DTG merupakan cara paling terbaru dan mutakhir untuk proses pencetakan kaos lebih cepat bahkan langsung jadi dengan peran utama Printer Garmen digital DTG. Ya, bahwa printer inject ini telah melewati beberapa modifikasi hingga berpadu tinta garmen khusus demi menghasilkan sablon kaos berkualitas tinggi.

Tentu saja berbeda sekali terhadap sablon manual dimana DTG tidak lagi memerlukan pemisahan, film maupun layar. Artinya, kehandalan alat tersebut memang sudah banyak diakui oleh produsen t`shirt yang akan memberikan gaya unik sekaligus menarik serta lebih kreatif. Mesin bernama Direct To Garment (DTG) adalah salah satu teknologi tekini dengan teknik sablon gambar ke atas kaos bahan (bahan katun atau lainya) tanpa perlu transfer paper. Hebatnya lagi, hasil cetakan justru nampak cerah, awet dan tajam walau dicuci sekalipun tidak gampang pecah-pecah atau hilang.

Bisa dibilang, Sablon Kaos DTG menjadi pilihan tepat bagi orang-orang yang suka menggambar sesuai keinginan tanpa ada batasan warna dan quality. Disamping praktis juga bandrolan harganya cukup ekonomis.  Maka, di era modern seperti sekarang, teknik printer DTG dirasa berperan penting sebagai pengganti teknik sablon manual.

Sementara itu, kebutuhan terhadap kaos polos dan sablon terlihat meningkat dari tahun ke tahun. Mereka para konsumen juga mulai pintar memilih mana jenis yang berkualitas dan mana yang tidak. Jadi, produsen mau tidak mau harus bersaing demi meningkatkan proses cetak cepat, ekonomis serta tanpa mengurangi kualitas. Lantas bagaimana menyikapi hal tersebut? Melihat biaya produksi pakaian warna putih atau terang dengan gambar full saja sudah mencapai 3-6 ribu sedangkan kalo pakaian gela untuk ukuran sama bisa sekitar 13-16 ribu. Adanya, teknik sablon kaos DTG diyakini mampu menekan biaya mahal mengingat proses sublimation (thermal transfer) sama persis terhadap sablon manual namun lebih irit serta kaya akan degradasi warna.

Meski begitu, ternyata pangsa pasar antara sablon manual dan sablon DTG sebagian berbeda sehingga tidak dapat dikatakan bila keduanya saling bersaing. Berdasarkan referensi, bahwa garmen digital ini cocok diperuntukkan bagi karya seni yang memiliki grafis warna lebih kompleks. Padahal kalo dilihat-lihat, masih banyak tantangan apabila produsen ingin memberdayakan Teknik Sablon Kaos DTG, salah satunya terkendal pada pemasaran produk.

Alasannya, karena printer DTG termasuk inovasi baru sehingga masih sangat kurang pengenalanya kepada publik. Makanya, tidak heran jika konsumen lokal tidak tahu menahu bahkan kurang menyadari kehadiran teknik sablon tersebut. Pun ketika mereka melihat hasil akhir cetakan, sudah hampir pasti akan menyukainya karena design dan grafisnya nampak power full disamping lebih tahan lama serta tidak mudah rusak.

Barangkali, dengan berpindahnya para produsen ke sablon DT diharapakan membawa dampak kemajuan di masa depan. Disisi lain, adalah beberap kekurangannya yakni kemunculan tinta putih untuk printer jenis garmen digital dan kaos gelap custom, baru diperkirakan mengatasi proses percetakan jangka pendek dalam perkembanganya yang belum sempurna  mengatasi bentuk lain daripada metode percetakan Sablon Kaos DTG.

Semoga ulasan detail diatas dapat menambah wawasan bagi pembaca disini untuk mengenal lebih dekat dengan mesin percetakan sablon kaos digital. Semoga artikel ini juga bisa membantu untuk memulai bisnis kaos distro atau sekedar ingin berbelanja kaos distro. Semoga bermanfaat, terima kasih atas perhatiannya.