Teknik Sablon Kaos Beserta Kelebihan & Kekurangan

wall-1

Sablon Kaos kini semakin diminati sejumlah kalangan, baik untuk kepentingan pribadi atau bisnis. Umumnya konsumen mengontak jasa sablon sambil membawa desain sendiri tapi ada pula jasa menawarkan pembuatan desain dengan biaya ekstra.

Teknik menyablon maju pesat seiring berkembangnya teknologi garmen, kini tersedia tiga opsi: manual, digital dan DTG. Masing-masing teknik menyimpan kelebihan dan kekurangan. Konsumen perlu mengetahui semuanya agar gampang ambil keputusan sesuai besaran dana (budget).

Sablon Kaos Manual

Teknik manual dianggap ‘agak ketinggalan jaman’ tetapi kualitas warna tahan lama, tertempel kuat di kain kaos dan tidak cepat pudar. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi kualitas tinta semakin pengaruhi kualitas hasil akhir. Teknik konvensional ini terbagi lagi dalam dua metode: timbul dan busa. Terlepas dari perbedaan nama dan konsep metode, keduanya mampu ciptakan sablon kaos kualitas jempolan.

Teknik sablon manual sangat direkomendasikan untuk penyablonan kaos secara massal karena biayanya jauh lebih terjangkau. Sedangkan biaya jatuh lebih mahal jika penyablonan secara satuan atau kuantitas kecil.

Sayang sekali teknik ini kurang ideal untuk menyablon gambar dan foto berwarna. Bahkan hasil sablon lebih rentan pudar dan rusak akibat pencucian berulang kali. Proses produksi memakan durasi waktu lebih lama. Biasanya si penyedia jasa harus membuat film terlebih dahulu, kemudian menyablon kaos secara manual lalu menjemurnya di bawah panas sinar matahari atau buatan.

 Sablon Kaos Digital

Teknik digital selangkah lebih maju ketimbang manual dengan segudang keunggulan, salah satunya adalah lebih tajam cetak foto karena lengkapnya koleksi warna. Disebut ‘digital’ karena mengandalkan media transfer paper, yakni kertas khusus, yang dipindahkan ke kaos via bantuan mesin pengepress. Dengan begitu warna tercetak lebih cepat kering dan proses pengerjaan relatif singkat.

Salah satu keunggulan teknik sablon digital yang disukai konsumen adalah konsumen boleh menyablon kaos dalam satuan atau kuantitas kecil. Akan tetapi jangan senang dulu sebelum mengetahui titik lemahnya.

Besaran biaya tergantung dari kualitas kertas transfer dan tinta. Kualitas di bawah standar berdampak langsung pada ketahanan cetakan gambar. Perlu diketahui bahwa harga kertas transfer sangat mahal, belum lagi tinta untuk mencetak gambar dari mesin printer. Teknik ini menyimpan keterbatasan dimana cetakan gambar tak bisa lebih besar dari ukuran kertas A4. Selain itu hanya jenis bahan kaos tertentu saja yang bisa di-press.

 Sablon Kaos DTG

Menurut pengakuan sejumlah jasa sablon, Digital To Garment (DTG) adalah teknik penyablonan terbaik saat ini yang menjawab semua kekurangan pada teknik manual dan digital. DTG malah disebut penyempurnaan dari teknik digital karena tidak butuh media tambahan seperti kertas transfer. Kok bisa?

Ketika proses penyablonan berlangsung, tinta DTG akan langsung tertempel atau tercetak di kaos. Perlu diketahui bahwa tinta DTG sengaja diformulasikan khusus untuk garmen sehingga kualitas hasil gambar dan warna sangat bagus. Adapun salah satu keunggulan utamanya yaitu lebih tahan lama meski pencucian berulang kali.

Teknik DTG melayani pesanan kuantitas kecil atau satuan. Konsumen tidak perlu tunggu berjam-jam atau seharian penuh untuk segera memakai hasil akhir kaos. Proses produksi biasanya memakan waktu relatif singkat sekitar 10 menit, bahkan mampu produksi jumlah besar dalam waktu singkat.

Berdasarkan pilihan ketiga teknik Sablon Kaos di atas, justru DTG paling direkomendasikan para pemilik jasa sablon jika konsumen ingin hasil produksi secepat kilat. Sementara dua teknik lainnya, manual dan digital, sangat cocok untuk pemilik budget terbatas.